Rabu, 21 Oktober 2020

Pemanfaatan Rumah Belajar dalam Flipped Classroom, Solusi di Masa Pandemi yang Cocok untuk Gen Z

         Semenjak serangan virus Covid 19 yang hampir mewabah ke seluruh dunia. Maka WHO menetapkan nya sebagai wabah Pandemi pada tanggal 11 Maret 2019 lalu. Hal ini berdampak pada seluruh aktivitas dan kegiatan manusia, tidak hanya di Indonesia namun secara global. Segala aktifitas harus dibatasi guna mencegah penyebaran virus ini tertular. Diberlakukannya Phisical Distancing, Sosial Distancing, PSBB, penutupan tempat tempat umum, bahkan untuk bekerja dilakukan dari rumah (Work From Home). Hal ini juga berdampak kepada dunia Pendidikan. Proses belajar mengajarpun dilakukan dari rumah untuk mencegah penularan virus yang semakin pesat.

Semenjak new normal diberlakukan, lambat laun segala aktifitas dan kegiatan kembali normal. Tetapi pelaksanaan seluruhnya dilakukan dengan cara mengikuti protokol kesehatan. Hal ini tidak dilakukan dalam dunia pendidikan. Banyak pro kontra terjadi. Dengan membanding bandingkan tempat umum yang dibuka namun kegiatan disekolah masih dilarang. Hal itu dilakukan pemerintah karena melihat dari sudut pandang kesehatan dan penyebaran virus yang rentan. Walaupun anak anak bisa dikatakan jarang tertular virus Covid 19, tetapi mereka disebutkan sebagai carier, atau penular bagi orang dewasa satu ke orang dewasa lainnya. Meskipun mereka tidak terjangkiti, tapi mereka bisa menularkan dari satu pribadi ke yang lain (Kompasiana red)

Situasi dan kondisi saat ini bukanlah sebagai halangan atau rintangan pendidik untuk mentransfer ilmu dan melakukan kewajiban serta tugas sebagai pengajar. Pendidik harus memiliki jurus andalan untuk mensiasati pola Pendidikan yang berbeda selama pandemic. Pendidik harus mampu menghadirkan rasa yang sama saat belajar dirumah walaupun sekarang berubah dilakukan dari rumah.

Flipped Classroom

Flipped Classroom merupakan suatu model pembelajaran yang telah berkembang dibelahan bumi barat pada pertengahan tahun 2000 lalu. Dan menjalar ke Indonesia kemuadian diterappkan oeh beberapa instansi untuk memperkaya inovasi pembelajaran. Flipped Classroom ini merupakan model pembelajaran berbalik. Dikatakan berbalik karena, biasanya pemberian materi dilakukan dikelas atau pada saat tatap muka dan kemudian penugasan yang diberikan kepada peserta didik sebagai PR untuk dikerjakan dirumah. Nah penggunaan model Flipped Classroom ini justru materi diberikan pada saat di rumah, Kemudian penugasan dan diskusi dilaksanakan pada saat tatap muka dengan peserta didik.

Materi yang diberikan adalah berupa video pembelajaran. Dan disini pendidik bukanlah sebagai pengajar namun lebih tepatnya sebagai fasilitator. Karena mengikuti pembelajaran Abad 21. Dimana pembelajaran berpusat pada anak. Anak diminta mampu memecahkan masalah dengan cara kerja kolaborasi. Dan tenaga pendidik disini memfasilitasi diri sebagai teman diskusi. Pemilihan video sebagai media belajar tidak lain karena mengikuti karakteristik peserta didik kita saat ini. Dimana mereka adalah Generasi Z atau yang biasa disebut dengan generasi Alpha.

Generasi Z

Generasi Z atau yang biasa disebut dengan generasi Alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 – sekarang. Generasi ini terlahir pada saat tekhnologi berkembang pesat. Hal ini mempengaruhi gaya belajarnya yang cenderung menggunakan perkembangan tekhnologi. Dan kita sebagai pengajar pun dituntut untuk mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak era 4.0 ini

Anak generasi Z memiliki gaya belajar yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Karakteristik dan gaya belajar anak generasi Z diantaranya adalah :

1.    Virtual

Generasi Z lebih menyukai gaya belajar yang virtual. Karena pada generasi ini, otak yang bertanggung jawab atas audio visual jauh lebih berkembang. Sehingga mereka lebih menggemari pembelajaran dalam bentuk gambar gambar yang dapat menarik minat belajar mereka.

2.    Tekhnologi

Perangkat teknologi seperti smartphone merupakan alat yang sering dipakai generasi Z dalam mendukung dalam proses belajar. Durasi akses rata-rata bisa mencapai 15,4 jam per minggu. Melalui smartphone, mereka tidak terpaku dengan buku teks saja sehingga mereka dapat mencari informasi lebih luas yang dapat meningkatkan proses belajarnya.

3.    Inovasi

Generasi Z ini adalah anak yang lebih menyukai bentuk bentuk inovasi, hal ini merupakan salah satu bentuk penyegaran dan menghilangkan rasa bosan melanda jika hanya melakukan rutinitas yang itu itu saja.

4.    Kongret

Pembelajaran yang kongret adalah pembelajaran yang disukai oleh generasi Z. Dengan pembelajaran seperti ini mereka memiliki pengalaman langsung saat melakukan pembelajaran atau memahami materi

5.    Kritis

Tidak dipungkiri lagi bahwa generasi Z adalah adalah generasi dengan jiwa yang kritis. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dan sebagai tenaga pendidik, kita harus mampu menyiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi pertanyaan atau pernyataan kritis yang keluar dari Generasi Z.

Dari pernyataan diatas maka pemilihan  Video pembelajaran sebagai solusi dari salah satu sumber belajar sudah mencakupi semua gaya belajar generasi Z. Hal ini karena :

1.   Video merupakan produk audio visual yang menitik beratkan ke pembelajaran dengan gaya visual

2.    Pemanfaatan video digunakan melalui media tekhnolgi seperti gadget, tablet, laptop dan televisi

3.  Video adalah salah satu media pembelajaran Inovasi. Bisa berupa hasil karya inovatif dari tenaga pendidik itu sendiri

4.   Dari video juga bisa menghadirkan kondisi kongret yang mustahil untuk dihadirkan didalam kelas.

5.   Video merupakan media yang dapat meningkatkan dan juga menjawab pertanyaan kritis dari generasi Z.

Untuk membantu pendidik dalam menghadirkan sumber belajar berupa konten Video. Pusdatin Kementrian Pendidikan menghadirkan laman pembelajaran yang disebut dengan Portal Rumah Belajar.

 

Rumah Belajar


Rumah belajar merupakan Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah belajar hadir sebagai sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industry 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar dimana saja , kapan saja, dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di laman rumah belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Rumah belajar ini dapat kita akses pada alamat https://belajar.kemdikbud.go.id. Ada banyak fitur fitur rumah belajar yang dapat kita manfaat kan. Fitur fitur utu sendiri terdiri dari fitu utama, yaitu Bank Soal, Kelas Maya, Sumber Belajar dan Laboratorium Maya dan Modul Digital. Serta Fitur pendukung lainnya seperti, Pete Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Edugame, serta pengembangan keprofesian berkelanjutan yang diperuntukkan kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu diri.

Salah satu fitur utama pada portal rumah belajar adalah Fitur Sumber Belajar. SUmber belajar ini merupakan fitur yang menyajikan sumber ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi dan permainan.

Konten yang didapat dari fitur sumber belajar dapat dipilih dengan cara  disesuaikan dengan tingkatan pendidikan. Dan juga dipilih berdasarkan kelas serta matapelajaran. Tingkatan Pendidikan disini dimulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA.

Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Pembelajaran Model Flipped Classroom di kelas

Selama masa pandemic, saya menerapkan pembelajaran model Flipped Classroom dalam kelas saat ini , yaitu di SDS IT Sahabat Muslim Mandau Kabupaten Bengkalis, tepatnya untuk kelas 1 SD. Pelaksanaannya dibantu dengan memanfaatkan fitur sumber belajar yang ada dalam portal rumah belajar. 

https://belajar.kemdikbud.go.id

Berikut adalah rincian pelaksaan yang saya lakukan :

 Menyusun perencanaan RPP yang akan dilakukan sebelum melakukan pembelajaran

Memilih konten pada fitur portal rumah belajar yang sesuai dan relevan dengan materi yang disampaikan

Kemudian konten berupa video yang telah ditemukan dibagikan langsung melalui tautan link ke Whatssapp group kelas. Anak diminta untuk melihat dan memahami video tersebut dirumah. Dan dibimbing langsung oleh orang tua murid. Mengingat peserta didik saya saat ini adalah anak kelas 1 SD

Setelah link dibagikan, saya juga membagikan tautan link video converents yang saya gunakan sebagai media diskusi dan media penugasan kepada peserta didik. Hal ini dilakukan juga dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya dirumah.

Selama diskusi saya memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya mengenai video yang sudah saya bagikan, Atau memberikan umpan balik agar anak mampu mengemukakan pendapatnya dan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah.

Penugasan diberikan saat itu juga. Anak diminta mengerjakan dan mengirimkan foto hasil kerja anak untuk melakukan penilaian. Dan menyampaikan materi yang akan disampaikan esok harinya.

Pembelajaran ditutup dengan menarik kesimpulan dan penegasan dari materi yang disampaikan hari ini. Kelas ditutup sembari menunggu anak menyelesaikan dan mengirim hasil tugas yang sudah diberi.

Bagi peserta didik kelas atas yang sudah mampu menggunakan gadget secara mandiri. Dapat menggunakan fitur Kelas Maya yang ada pada portal rumah belajar. Fitur ini merupakan sebuah Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru untuk membuat kelas daringnya masing-masing untuk mendukung pembelajaran di kelas maupun luar kelas. Mengingat dimasa pandemic ini tidak memungkinkan kita untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Maka Pemanfaatan kelas maya adalah solusinya. Karena dapat digunakan sebagai media serta laman diskusi pemberian tugas saat kita melaksanakan pembelajaran Flipped Classroom. Jadi, pemberian materi berupa video yang dipelajari anak dirumah kemudian esoknya menggunakan kelas maya sebagai media untuk melakukan diskusi serta penugasannya.

kamilaafable.blogspot

Jadi dapat disimpulkan bahwa selama Pandemic, inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan salah satunya adalah Flipped Classroom. Dimana pembelajaran ini adalah pembelajar berbalik dari seperti biasanya. Materi yang biasanya diberikan di kelas, sekarang berganti dengan pemberian saat peserta didik dirumah. Penugasan yang diberikan dirumah berupa PR, sekarang didanti dengan memberikannya saat dikelas atau tatap muka/tatap virtual. Pemberian materi berupa Video pembelajaran yang cocok diberikan kepada peserta didik saat ini yaitu Generasi Z. Pemerintah meluncurkan portal pembelajaran yang dapat diakses secara gratis. Untuk masuk kelaman Portal Rumah Belajar, silakan klik disini. Portal ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan konten sumber belajar melalui fitur Rumah Belajar nya. . Kita juga dapat memanfaatkan fitur Kelas Maya yang ada pada portal Rumah Belajar sebagai wadah diskusi dan penugasan kepada peserta didik. Dengan rumah belajar kita dapat melakukan pembelajaran yang menyenangkan sesuai motonya, belajar dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja. Serta mampu mewujudkan merdeka belajar untuk memajukan pendidikan Indonesia.

        Untuk melihat rangkaian pembelajaran Flipped Classroom yang saya lakukan. Silakan melihat vlog dibawah ini



Merdeka Belajarnya

Rumah Belajar Portalnya

Maju Indonesia

 

Sumber :

https://www.kompasiana.com

https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/apa-itu-flipped-classroom/

https://penerbitcmedia.com/8-gaya-belajar-generasi-z/

https://www.belajar.kemdikbud.go.id


Kegiatan Sosialisasi pembaTIK level 4 : Berbagi Memanfaatkan Rumah Belajar dalam Ragam Inovasi Pembelajaran


         Berbagi bukan menunggu saat kita mampu, namun berbagi lah dengan apa yang telah kita miliki. Secuil yang kita berikan bisa jadi bermanfaat besar bagi seseorang yang telah menerimanya. 

        Alhamdulilah, Allah SWT telah mengamanahkan kepada saya, pengetahuan dan beragam ilmu yang saya dapat melalui laman simpaTIK. Amanah inilah yang akan saya teruskan kepada teman teman seperjuangan. Bukan untuk menggurui atau seolah paling mengerti. Namun dari program berbagi ini, selain menambah banyak pengetahuan dari ajang diskusi. Saya juga memiliki banyak sahabat yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia berkat pembaTIK.

       Setiap pendidik berhak memperoleh ilmu dari mana saja, setiap pendidik bisa mengikuti pembaTIK, dan setiap pendidik memiliki kesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar. Saya mengajak sahabat pendidik semua untuk ikut memposisikan diri mengikuti pelatihan PembaTIK ini secara daring pada laman https://www.simpatik.belajar.kemdikbud.go.id. Disini akan saya ceritakan secara runut. Tahapan yang saya lakukan selama mengikuti pembaTIK dari awal hingga masuk level 4 saat ini.

1. PembaTIK Level 1

Mengikuti PembaTIK level 1 ini dilaksanakan pada tanggal 19 April 2020 sampai dengan 28 April 2020. Materi Pelatihannya yaitu : Pengenalan Perangkat TIK dasar, Interbet untuk pembelajaran, Internet sehat bijak dan aman serta Aplikasi untuk pembelajaran. Yaitu portal Rumah Belajar yang dapat diakses gratis dengan cara klik disini

2. PembaTIK Level 2 Pelatihan secara daring ini dilaksanakan setelah dinyatakan lulus dilevel pertama. pelaksanaannya dimulai tanggal 27 Juni sampai dengan 25 Juli  2020. Pada level 2 ini materi yang kita pelajari yaitu 

  • Penerapan pembelajaran Abad 21 Memanfaatkan rumah Belajar
  • Penerapan pembelajaran menggunakan fitur fitur rumah belajar
  • Penerapan pembelajaran menggunakan media TV Edukasi radio suara edukasi dan M-edukasi
  • Pengelolaan kelas yang mengintegrasikan TIK dalam Lingkingan Belajar
3. PembaTIK Level 3 level Inovasi, pelatihan ini kita ikuti setelah dinyatakan lulus di level ke 2. Pelaksaan yang saya ikuti dari tanggal 28 Juli sampai dengan 28 Agustus. Materi yang saya ikuti pada pelatihan ini adalah :

  • Media Pembelajaran Bertekhnologi Digital
  • Pembuatan Media Video Pembelajaran
  • Pembuatan Multimedia Interaktif
  • Inovasi Pembelajaran yang Mengintegrasikan TIK
4. PembaTIK Level 4 adalah levelnya berbagi. Setelah dinyatakan lulus dilevel ke 3 dengan penugasan membuat video pembelajaran. dititik akhir saya berada di level 4 dan menyandang gelar sebagai Sahabat Rumah Belajar. Pada level ini setiap Sahabat Rumah Belajar di Provinsi diamanahkan untuk ikut serta berkolaborasi mensosialisasikan Portal Rumah Belajar sebagai laman pembelajaran yang dapat digunakan dalam setiap inovasi pembelajaran.

Maka beberapa kegiatan yang saya lakukan saat mensosialisasikan portal rumah belajar adalah sebagai berikut

Sosialisasi Tatap Maya

  • Webinar series dalam Pemanfaatan Rumah Belajar dan Desain Video Pembelajaran. Bersama Sahabat Rumah Belajar dari Provinsi Sulawesi Tengah. Dilaksanakan pada tanggal 30 September pkl 09.00 WIB melalui Zoommeting. Flyer disebar menggunakan Sosial Media seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram.


 Pelaksanaan dapat dilihat dalam rekaman video converent dalam tautan berikut ini  Rekaman Webbinar Series

Presensi partisipant dapat dilihat dari tautan link berikut Presensi Webbinar Series

  • Webbinar dalam tajuk Parade Sahabat Rumah Belajar Provinsi Riau pada tanggal 04 Oktober 2020. Dilaksanakan menggunakan Webbex yang live langsung pada Chanel Youtube Pembatik Riau. Flyer disebar menggunakan akun sosial media.
Presensi dapat dilihat pada tautan ini Presensi Parade Rumah Belajar Riau

Dan jejak digital dapat dilihat dengan klik disini

  • Webbinar sosialisasi yang bertajuk Keliling Indonesia dari Sumatra sampai Papua. Dilaksanakan 2 hari dari tanggal 12 dan 13 Oktober 2020 menggunakan zoomeeting. Flyer disebar  melalui semuanakun sosial media.

Daftar partisipant dapat dilihat dalam tautan berikut presensi hari ke 1presensi hari ke 2
Jejak digital dapat dilihat dalam tautan berikut Rekaman Hari 1  , Rekaman hari ke 2
  • Berbagi bersama Sahabat Rumah Belajar dari kabupaten Bengkalis. Dengan menghadirkan tamu spesial yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis bpk. Edi Sakura, Kepala LPMP Provinsi Riau Bpk. Yudi Nurman, S,Pd M.B.A dan pengawas sekolah provinsi Riau Bpk. Drs. H. Baharudin. Webbinar dilakukan melalui Webbex pada tanggal 14 Oktober 2020. Flyer di bagikan menggunakan akun sosial 

     Presensi dapat dilihat melalui link ini Presensi


Berbagi Inovasi dengan portal rumah belajar bersama keluarga SDS IT Sahabat Muslim. Dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2020. Flyer disebar menggunakan Whatsapp grup sekolah. Dan merupakan tatap muka karena di sekolah sendiri. Dihadiri oleh 10 Orang tenaga pendidik.


Inilah runtutan yang saya lakukan beserta teman teman Sahabat Rumah Belajar lainnya dari berbagai Provinsi  di Indonesia. Semoga tahun berikutnya adalah giliran teman teman pendidik semua.

Silakan lihat Blog Inovasi Pembelajaran saya di Blog Inovasi Pembelajaran
Dan Vlog inovasi pembelajaran menggunakan Portal Rumah Belajar dengan klik Vlog Inovasi Pembelajaran

Untuk Akun Media Sosial milik saya dapat diakses melalui link berikut linktr.ee/Anestya_Veny

Merdeka Belajarnya
Rumah Belajar Portalnya
Maju Indonesia



Selasa, 22 September 2020

Tips Orang Tua Menghadapi BDR Dimasa Pandemi


    Dari Maret 2019 hingga saat ini September 2020. Kita harus mengalah dengan keadaan yang menimpa hampir seluruh dunia. Covid 19 merupakan pandemi yang harus diwaspadai. Dan setiap aktivitas yang kita lakukan harus mengikuti protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk kebaikkan diri sendiri dan orang banyak.

    Hal ini berimbas pada proses pendidikan di negri kita tercinta. Pemerintah benar benar mewaspadai dan meminimalisir penyebaran Covid 19 dengan mengeluarkan peraturan yaitu semua kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari rumah. Hal ini tentu banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan orang tua murid khususnya.

    Banyak orangtua walimurid mengeluh dengan diadakannya proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah. Mulai dari fasilitas belajar dirumah yang tidak memadai, masalah kuota internet, sampai waktu orang tua yang tidak bisa maksimal untuk mendampingi anak selama belajar. Bagi orag tua yang memiliki anak dengan usia yang masih membutuhkan pendampingan saat belajar, tentu merasa  kewalahan mengatur waktu. Sehingga antara pekerjaan rumah, pekerjaan diluar dan waktu untuk mendampingi anak belajar kerap bertabrakkan. Akibatnya proses belajar anak dirumah tidak terlaksana dengan maksimal.

    Tidak sampai disitu saja. Belajar dirumah justru dilaksanakan dengan tidak serius oleh anak. Anak kerap memainkan gadget untuk bermain game daripada untuk belajar daring  pada saat lepas kontrol sebentar saja oleh orang tua. Ditambah lagi orang tua kerap kewalahan mengajarkan materi yang diberikan sekolah untuk anak pelajari dirumah. Hal ini jelas, karena tidak semua kita sebagai orang tua bisa menyampaikan maksud materi seperti guru menyampaikan didalam kelas. Hal hal ini lah yang membuat kita kadang berpikir lebih baik belajar di sekolah saja, toh dirumah anak juga tidak belajar dengan maksimal.

    Balik lagi dengan kondisi yang kita hadapi sekarang, bukanlah hal yang sepele dan dapat diabaikan begitu saja. Banyak pihak pihak yang diminta untuk mengalah dan salah satunya adalah kita sebagai orang tua dirumah. Tentu saja kita tidak akan mempertaruhkan kesehatan si buah hati hanya untuk ke-ego-an yang muncul ketika kita mengalami kesulitan pada saat mendampingi anak belajar di rumah.

    Berikut beberapa kiat yang dapat kita lakukan sebagai orang tua selama proses Belajar Dari Rumah (BDR) diantaranya 

1. Menajemen waktu

    Kelolalah waktu sebaik mungkin kepada anak dan kepada diri sendiri. Buatlah jurnal yang dapat dilakukan anak setiap harinya hingga anak terbiasa disiplin. Lakukan hal sama terhadap kita sebagai orang tua. Sehingga waktu antara pekerjaan rumah, pekerjaan diluar, waktu mendampingi anak belajar serta waktu beristirahat dapat terjadwal dengan baik.

2. Dampingi anak dalam menggunakan Gadget    

     Jika pengelolaan waktu sudah dapat kita kuasai, tentunya mengawasi anak dalam belajar menggunakan gadget dapat kita lakukan tanpa harus meninggalkan untuk pekerjaan rumah lainnya. Kita sebagai orang tua dapat mengontrol anak hingga selesai dalam mengerjakan tugas dari materi yang diberikan oleh sekolah. Dan anak benar benar menggunakan gadget hanya untuk menyelesaikan tugas daring, tanpa mengulur ngulur waktu dengan bermain game yang ada pada gadget.

3. Manfaatkan konten konten pembelajaran yang ada

    Orangtua sering kewalahan saat membantu anak memahami materi pembelajaran. Hal ini berakibat tidak maksimalnya penyerapan materi yang diajarkan. Sehingga anak kadang kebingungan dengan tugas yang diberikan pihak sekolah. Untuk itu kita sebagai orang tua dituntut bijak. Banyak pilihan konten konten pembelajaran yang dapat kita gunakan untuk membantu anak belajar dari rumah. Kia tinggal menentukan aplikasi pembelajaran apa yang akan kita pilih. Tentunya yang kita perhatikan dalam memilih aplikasi pembelajaran adalah yang memiliki ribuan konten menarik, fitur fitur pembelajaran yang aplikatif dan dapat diakses dengan gratis. Untuk kriteria diatas, Aplikasi Rumah Belajar Kemdikbud adalah solusinya. Silakan buktikan dengan mendowload langsung aplikasi Rumah Belajar melalui playstore di gadget. Atau dengan mengklik langsung tautan disini

    Itulah beberapa tips yang dapat kita lakukan selama mendampingi anak belajar dirumah. Tetaplah jaga kesehatan. Ikuti protokol kesehatan dimanapun berada dan menggunakan masker jika bepergian. Ingat apapun yang terjadi sekarang, tetaplah keluarga yang menjadi prioritas. Berikan yang terbaik semampu kita dan hindari hal hal kecil yang bisa berakibat besar bagi mereka.

Salam Hangat

Minggu, 03 Maret 2019

Because We are Human


Udah lama banget ga update something di blog yang apa kabarnya, ga pernah baik baik saja. Kaya hati nih, yang ditanyain apa kabarnya trus langsung jawab “Aku butuh sandaran” hikkss… rapuh banget sih lu 😥
Di mulai dari…
Apa yaa…
Emmhhhh…🤔
Bahas politik kali ya, secara yang lagi hangat hangat nya. Ibarat cake yang baru keluar dari kamar pemanggangan, Wangi nya udah kecium semerbak menggelitk setiap lambung siapa saja yang mencium aroma yang sangat menggugah. Dari banyak hidung yang mencium aroma lezatnya akan disertai banyak celotehan yang keluar dari setiap orang itu pula. Apakah soal rasa yang bisa saja dibilang lezat dan pasti pula akan muncul kata sebaliknya. Ataupun soal tampilan yang bisa saja dibilang akan indah jika dipoles dengan cream dan pondan berbagai warna ataukah mungkin bisa saja kata sebaliknya juga.
Realitanya…
Itu cake real belum kesentuh, lidah belum pernah merasakan, atau pun mata belum melihat hasil akhir setelah di dekor indah. Dan faktanya otak sudah langsung memberi hasil akhir yang bisa saja bertolak dari ekpektasi. Dan itu lumrah, because what ?
‘karena Kita adalah Manusia’

Aahh, jadi pengen ikut ikutan nyinyirin orang deh. Biar kaya orang kebanyakan, ikut ikutan nyinyirin orang yang kenal kita aja kaga.. boro boro.. buat jumpa atau tegur sapa. Pas ditanyain kenal aku ga… pasti akan dijawab
Emmmhhhh….. (Berpikir keras….. laamaaaaa) 🤔🤔🤔🤔
Siapa yaaa?? (Setelah 5 tahun kemudian) 🙄🙄
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
😏😏😏
“Itu si artis nganu yang nikahan sama mantan pacar sahabat nya sendiri, tega banget ya,, ga nyangka, cantik cantik kok hati kaya apel busuk begitu…ckckck, kaaan bla…bla…bla…bla..”
“OMG, fix gua benci tuh orang, seumur hidup gua ga bakalan mau lihat mukanya lagi, titik aiih jijiiikkk”
Ya elaahhh.. dia juga ga butuh kamu buat liatin mukanya kali mba..😅😅
Ikut ikutan nyinyir unfaedah, untung engga, dosa iya
Dan anehnya, kita pelaku aktif untuk melakukan itu semua.. because whats?
‘karena Kita adalah Manusia’
Ada lagi nih, yang kebanyakan terjadi di dunia per~karieran setiap orang.
Me and Best Friend 😎
Sohib gaiisss.. satu genk kalo di kantor atau team work, but suka ngeselin. Karena sebenarnnya dia lebih akrab sama yang lain ketimbang sama kita. Kalau dilihat lihat dan di matching matchingin, cocok sih. Soalnya punya karakter yang saling melengkapi. Yang satu si muka dua.. eh  sohibnya satu lagi yang suka cari muka. Jadi kebayang kan kalau mereka menghabiskan quality time best friend berduaan. Yaapp.. saling berbagi face donnggg, kan saling melengkapi. 
Pernah jumpa?? Ya, always lah. Dimana pun dan dalam si~kon apapun.
Apakah merasa heran?
Ya engga doong… because what ??
‘karena Kita adalah Manusia”

Woowww.. amazing banget ya,,🙄
Mau narik kesimpulann takut salah, terus nanti jadi ghibah dan ujung ujungnya malah nambah dosa. Lalu mau apa?
Udah deh, mending diam
Because whats ?
‘Because we are Human’
😎

 Salam dari kita yang sama 😅

Jumat, 22 Juni 2018

Punya anak bungsu yang sekarang udah 2 tahunan punya sejuta cerita yang lucunya kebangetan.
Karena udah 2 tahun, saya selaku emak yang saliha, ramah dan rajin menabung ini memutuskan untuk mengajarkan anak beberapa doa doa pendek sehari hari. Nah, konflik bermula disini nih. Justru si pap say ga suka anak nya disuapin banyak hafalan hafalan yang katanya ,"kok kayak kakak kakak SD gituh sih neng. Ajarin jangan kebanyakan, one by one. Ngonoo.."
Wokeeh, sepakat. Kita mulai dari doa sebelum makan ya pap say. Karena sering kita lafalkan sedari dia baby, otomatis doa nya udah familliar. Eh, ternyata beneerr. Ga perlu makan waktu lama, si adek udah hafal aja doanya.
Horaayyy..akhirnya, walau cuma satu satu nya doa yang bisa dibaca si adek tetep wasyukurillah.
Tapi si adek kok ga kompak sih sama kesepakatan. Kan emak udah kasih wangsit, doa yang diajarkan hanya untuk saat mau makan saja. Untuk doa doa yang lain, wess cukup baca Basmallah sebelum mak ajarkan doa berikutnya. Tapi lha ini kok malah bikin mak meeem mewek sih dek. Si sulung sampe kebingungan waktu disuruh baca doa sebelum memulai belajar di rumah. Si adek dengan PeDenya plus suara lantang baca doa mau makan. Whaaattss?? Kita sekarang lagi berhadapan sama buku dan pulpen lo dek. Bukan roti dan stik keju [ emak gigit jari deh ]

Lanjut lagi nih, saat mau tidur. Kali ini si Sulung makin gregetan nih waktu baca doa mau tidur tapi disambung doa mau makan sama si Adek. "Adek mau mimpi makan Cup Cake kali ya, kok mau tidur baca doa mau makan?"  Tuh kan, si sulung yang cuma beda beberapa tahun jadi salah persepsi. Emak cepat meluruskan ah, nanti jadi salah kaprah. Soalnya berhubungan dengan kepercayaan, jadi jangan sampai ga ter arah.

..................................
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Mushalla di lingkungan rumah mengadakan doa bersama plus silaturrahmi maaf maafan sama tetangga. Adek ga diajak kali ini, maaf dek. Menurut mak, lebih baik adek di rumah dulu ya. Mak takut nanti adek rebut rebutan mic sama pak ustad, apalagi pas baca doa. Ga lucu kan lagi khusuk nya pak uatad lafalkan doa untuk kita semua, terus adek nyambung doa si bapak dengan doa mau makan. Mau ditaruh dimana muka emak yang syantiik ini dek..
Geleng geleng, tepuk jidat.
Pict just pemanis doang say., 


Golput itu Rugi




Pemilu udah dekat say.. pliss buka pemikiran lama yang selalu bangga jika Golput ya. Ingat kita hidup di Negara yang terikat, kita hidup didalam sebuah garis yang diatas namakan pada sebuah kebijakan. Jangan sampai  kita salah pilih yang nanti akan merugikan kita semua. Ingat yaa, kita semuaaaa
Karena disini yang akan merasakan indah atau pahitnya sebuah hasil kebijakan bukanlah mereka yang memilih saja, tapi kita semua atas nama warga yang bersatu. Bahkan kita yang tidak melakukan pemilihan suara sama sekali alias Golput juga tetap akan merasakan hasil kerja para pejabat yang telah terpilih,.

Nyata loo saaay.. misalnya nih, 

**kenaikan bahan bakar hanya untuk orang orang yang sudah melakukan pemilihan saja. Bagi anda yang golput, pembelian bahan bakar dengan harga normal..(ahaai ga mungkin kaan..)

atau

**Tarif listrik naik sekian persen untuk yang sudah melakukan pemilihan suara saja. Untuk anda yang tidak melakukan pemilihan sama sekali, ga naiiikkk. Karena ga ikut miliih (inii juga ga mungkin)

Atau

**Kebijakan dalam memberikan pelayanan pendidikan dan juga kesehatan di gratiskan untuk yang sudah melakukan pemilihan suara saja. Untuk mereka yang golput, moohh.. tetap bayar lhooo, wong sok sok an ga mau milih pemimpin daerah, Yo weees hidup sendiri sono. Toh nasib mu, kamu yang nentukan sendiri. Ga ada campur tangan pemerintah toh (nah, yang ini nihh)

Beneran say. Nasib memang kita yang menentukan, tapi ingat kita berada di sebuah Negara yang terikat. Yang berada dalam sebuah garis yang mengatas namakan kebijakan. Jadi kitalah yang akan menentukan nasib kita ini. Dengan hak kita untuk menentukan pilihan yang terbaik seseorang yang akan memimpin dan membawa kita pada sebuah kesejahteraan bersama. 

Jadi yang ga milih itu, rugii.. 
Jangan ikut ikutan carut marut mengatakan segala sumpah sarapah kepada pemimpin sekarang karena merasa dirugikan. Naah looo, situ kan ga ikut serta menentukan pilihan?? kok malah ikut ikutan mencaci maki. 
Yaaa jelas toh, karena yang merasakan itu semua adalah kita. Maka Jangan hilangkan suara anda untuk memilih yang terbaik.

Pemanfaatan Rumah Belajar dalam Flipped Classroom, Solusi di Masa Pandemi yang Cocok untuk Gen Z

            Semenjak serangan virus Covid 19 yang hampir mewabah ke seluruh dunia. Maka WHO menetapkan nya sebagai wabah Pandemi pada tangga...