Semenjak serangan virus Covid 19 yang hampir mewabah ke seluruh dunia. Maka WHO menetapkan nya sebagai wabah Pandemi pada tanggal 11 Maret 2019 lalu. Hal ini berdampak pada seluruh aktivitas dan kegiatan manusia, tidak hanya di Indonesia namun secara global. Segala aktifitas harus dibatasi guna mencegah penyebaran virus ini tertular. Diberlakukannya Phisical Distancing, Sosial Distancing, PSBB, penutupan tempat tempat umum, bahkan untuk bekerja dilakukan dari rumah (Work From Home). Hal ini juga berdampak kepada dunia Pendidikan. Proses belajar mengajarpun dilakukan dari rumah untuk mencegah penularan virus yang semakin pesat.
Semenjak
new normal diberlakukan, lambat laun segala aktifitas dan kegiatan
kembali normal. Tetapi pelaksanaan seluruhnya dilakukan dengan cara mengikuti protokol kesehatan. Hal ini tidak dilakukan dalam dunia pendidikan. Banyak pro kontra
terjadi. Dengan membanding bandingkan tempat umum yang dibuka namun kegiatan
disekolah masih dilarang. Hal itu dilakukan pemerintah karena melihat dari
sudut pandang kesehatan dan penyebaran virus yang rentan. Walaupun anak anak
bisa dikatakan jarang tertular virus Covid 19, tetapi mereka disebutkan sebagai carier,
atau
penular bagi orang dewasa satu ke orang dewasa lainnya. Meskipun mereka tidak
terjangkiti, tapi mereka bisa menularkan dari satu pribadi ke yang lain
(Kompasiana red)
Situasi
dan kondisi saat ini bukanlah sebagai halangan atau rintangan pendidik untuk
mentransfer ilmu dan melakukan kewajiban serta tugas sebagai pengajar. Pendidik
harus memiliki jurus andalan untuk mensiasati pola Pendidikan yang berbeda
selama pandemic. Pendidik harus mampu menghadirkan rasa yang sama saat belajar
dirumah walaupun sekarang berubah dilakukan dari rumah.
Flipped Classroom
Flipped
Classroom merupakan suatu model pembelajaran yang telah berkembang dibelahan
bumi barat pada pertengahan tahun 2000 lalu. Dan menjalar ke Indonesia
kemuadian diterappkan oeh beberapa instansi untuk memperkaya inovasi
pembelajaran. Flipped Classroom ini merupakan model pembelajaran berbalik.
Dikatakan berbalik karena, biasanya pemberian materi dilakukan dikelas atau
pada saat tatap muka dan kemudian penugasan yang diberikan kepada peserta didik
sebagai PR untuk dikerjakan dirumah. Nah penggunaan model Flipped Classroom ini
justru materi diberikan pada saat di rumah, Kemudian penugasan dan diskusi
dilaksanakan pada saat tatap muka dengan peserta didik.
Materi yang diberikan adalah berupa video pembelajaran. Dan disini pendidik bukanlah sebagai pengajar namun lebih tepatnya sebagai fasilitator. Karena mengikuti pembelajaran Abad 21. Dimana pembelajaran berpusat pada anak. Anak diminta mampu memecahkan masalah dengan cara kerja kolaborasi. Dan tenaga pendidik disini memfasilitasi diri sebagai teman diskusi. Pemilihan video sebagai media belajar tidak lain karena mengikuti karakteristik peserta didik kita saat ini. Dimana mereka adalah Generasi Z atau yang biasa disebut dengan generasi Alpha.
Generasi Z
Generasi
Z atau yang biasa disebut dengan generasi Alpha adalah generasi yang lahir
antara tahun 1995 – sekarang. Generasi ini terlahir pada saat tekhnologi berkembang
pesat. Hal ini mempengaruhi gaya belajarnya yang cenderung menggunakan
perkembangan tekhnologi. Dan kita sebagai pengajar pun dituntut untuk mampu memberikan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak era 4.0 ini
Anak
generasi Z memiliki gaya belajar yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Karakteristik
dan gaya belajar anak generasi Z diantaranya adalah :
1.
Virtual
Generasi
Z lebih menyukai gaya belajar yang virtual. Karena pada generasi ini, otak yang
bertanggung jawab atas audio visual jauh lebih berkembang. Sehingga mereka
lebih menggemari pembelajaran dalam bentuk gambar gambar yang dapat menarik
minat belajar mereka.
2.
Tekhnologi
Perangkat teknologi
seperti smartphone merupakan alat yang sering dipakai generasi Z dalam
mendukung dalam proses belajar. Durasi akses rata-rata bisa mencapai 15,4 jam
per minggu. Melalui smartphone, mereka tidak terpaku dengan buku teks saja
sehingga mereka dapat mencari informasi lebih luas yang dapat meningkatkan proses
belajarnya.
3.
Inovasi
Generasi
Z ini adalah anak yang lebih menyukai bentuk bentuk inovasi, hal ini merupakan
salah satu bentuk penyegaran dan menghilangkan rasa bosan melanda jika hanya melakukan
rutinitas yang itu itu saja.
4.
Kongret
Pembelajaran
yang kongret adalah pembelajaran yang disukai oleh generasi Z. Dengan
pembelajaran seperti ini mereka memiliki pengalaman langsung saat melakukan
pembelajaran atau memahami materi
5.
Kritis
Tidak dipungkiri lagi bahwa generasi Z adalah adalah generasi dengan jiwa yang kritis. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dan sebagai tenaga pendidik, kita harus mampu menyiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi pertanyaan atau pernyataan kritis yang keluar dari Generasi Z.
Dari
pernyataan diatas maka pemilihan Video
pembelajaran sebagai solusi dari salah satu sumber belajar sudah mencakupi
semua gaya belajar generasi Z. Hal ini karena :
1. Video merupakan produk audio visual yang
menitik beratkan ke pembelajaran dengan gaya visual
2.
Pemanfaatan video digunakan melalui media
tekhnolgi seperti gadget, tablet, laptop dan televisi
3. Video adalah salah satu media pembelajaran Inovasi.
Bisa berupa hasil karya inovatif dari tenaga pendidik itu sendiri
4. Dari video juga bisa menghadirkan kondisi
kongret yang mustahil untuk dihadirkan didalam kelas.
5. Video merupakan media yang dapat meningkatkan
dan juga menjawab pertanyaan kritis dari generasi Z.
Untuk
membantu pendidik dalam menghadirkan sumber belajar berupa konten Video.
Pusdatin Kementrian Pendidikan menghadirkan laman pembelajaran yang disebut
dengan Portal Rumah Belajar.
Rumah Belajar
Rumah
belajar merupakan Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta
fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah belajar
hadir sebagai sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industry 4.0 yang
dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
(SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar dimana
saja , kapan saja, dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di laman rumah
belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.
Rumah belajar ini dapat
kita akses pada alamat https://belajar.kemdikbud.go.id.
Ada banyak fitur fitur rumah belajar yang dapat kita manfaat kan. Fitur fitur
utu sendiri terdiri dari fitu utama, yaitu Bank Soal, Kelas Maya, Sumber
Belajar dan Laboratorium Maya dan Modul Digital. Serta Fitur pendukung lainnya seperti,
Pete Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Edugame, serta pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang diperuntukkan kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu
diri.
Salah satu fitur utama
pada portal rumah belajar adalah Fitur Sumber Belajar. SUmber belajar ini merupakan
fitur yang menyajikan sumber ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum.
Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam
bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi dan permainan.
Konten yang didapat dari
fitur sumber belajar dapat dipilih dengan cara disesuaikan dengan tingkatan pendidikan. Dan
juga dipilih berdasarkan kelas serta matapelajaran. Tingkatan Pendidikan disini
dimulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA.
Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Pembelajaran Model Flipped Classroom di kelas
Selama masa pandemic, saya menerapkan pembelajaran model Flipped Classroom dalam kelas saat ini , yaitu di SDS IT Sahabat Muslim Mandau Kabupaten Bengkalis, tepatnya untuk kelas 1 SD. Pelaksanaannya dibantu dengan memanfaatkan fitur sumber belajar yang ada dalam portal rumah belajar.
Berikut adalah rincian pelaksaan yang saya lakukan :
Menyusun perencanaan RPP yang akan dilakukan sebelum melakukan pembelajaran
Memilih konten pada fitur portal rumah belajar yang sesuai dan relevan dengan materi yang disampaikan
Kemudian konten berupa video yang telah ditemukan dibagikan langsung melalui tautan link ke Whatssapp group kelas. Anak diminta untuk melihat dan memahami video tersebut dirumah. Dan dibimbing langsung oleh orang tua murid. Mengingat peserta didik saya saat ini adalah anak kelas 1 SD
Setelah link dibagikan, saya juga membagikan tautan link video converents yang saya gunakan sebagai media diskusi dan media penugasan kepada peserta didik. Hal ini dilakukan juga dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya dirumah.
Selama diskusi saya memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya mengenai video yang sudah saya bagikan, Atau memberikan umpan balik agar anak mampu mengemukakan pendapatnya dan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah.
Penugasan diberikan saat itu juga. Anak diminta mengerjakan dan mengirimkan foto hasil kerja anak untuk melakukan penilaian. Dan menyampaikan materi yang akan disampaikan esok harinya.
Pembelajaran ditutup dengan menarik kesimpulan dan penegasan dari materi yang disampaikan hari ini. Kelas ditutup sembari menunggu anak menyelesaikan dan mengirim hasil tugas yang sudah diberi.
Bagi peserta
didik kelas atas yang sudah mampu menggunakan gadget secara mandiri.
Dapat menggunakan fitur Kelas Maya yang ada pada portal rumah belajar. Fitur
ini merupakan sebuah Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru untuk
membuat kelas daringnya masing-masing untuk mendukung pembelajaran di kelas
maupun luar kelas. Mengingat dimasa pandemic ini tidak memungkinkan kita
untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Maka Pemanfaatan kelas maya adalah
solusinya. Karena dapat digunakan sebagai media serta laman diskusi pemberian
tugas saat kita melaksanakan pembelajaran Flipped Classroom. Jadi, pemberian materi
berupa video yang dipelajari anak dirumah kemudian esoknya menggunakan kelas
maya sebagai media untuk melakukan diskusi serta penugasannya.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa selama Pandemic, inovasi pembelajaran yang dapat
dilakukan salah satunya adalah Flipped Classroom. Dimana pembelajaran ini
adalah pembelajar berbalik dari seperti biasanya. Materi yang biasanya
diberikan di kelas, sekarang berganti dengan pemberian saat peserta didik
dirumah. Penugasan yang diberikan dirumah berupa PR, sekarang didanti dengan
memberikannya saat dikelas atau tatap muka/tatap virtual. Pemberian materi
berupa Video pembelajaran yang cocok diberikan kepada peserta didik saat ini
yaitu Generasi Z. Pemerintah meluncurkan portal pembelajaran yang dapat diakses
secara gratis. Untuk masuk kelaman Portal Rumah Belajar, silakan klik disini.
Portal ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan konten sumber belajar melalui
fitur Rumah Belajar nya. . Kita juga dapat memanfaatkan fitur Kelas Maya
yang ada pada portal Rumah Belajar sebagai wadah diskusi dan penugasan kepada peserta
didik. Dengan rumah belajar kita dapat melakukan pembelajaran yang menyenangkan
sesuai motonya, belajar dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja. Serta
mampu mewujudkan merdeka belajar untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Untuk melihat rangkaian pembelajaran Flipped Classroom yang saya lakukan. Silakan melihat vlog dibawah ini
Merdeka Belajarnya
Rumah
Belajar Portalnya
Maju
Indonesia
Sumber :
https://www.kompasiana.com
https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/apa-itu-flipped-classroom/
https://penerbitcmedia.com/8-gaya-belajar-generasi-z/
https://www.belajar.kemdikbud.go.id














