Selasa, 22 September 2020

Tips Orang Tua Menghadapi BDR Dimasa Pandemi


    Dari Maret 2019 hingga saat ini September 2020. Kita harus mengalah dengan keadaan yang menimpa hampir seluruh dunia. Covid 19 merupakan pandemi yang harus diwaspadai. Dan setiap aktivitas yang kita lakukan harus mengikuti protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk kebaikkan diri sendiri dan orang banyak.

    Hal ini berimbas pada proses pendidikan di negri kita tercinta. Pemerintah benar benar mewaspadai dan meminimalisir penyebaran Covid 19 dengan mengeluarkan peraturan yaitu semua kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari rumah. Hal ini tentu banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan orang tua murid khususnya.

    Banyak orangtua walimurid mengeluh dengan diadakannya proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah. Mulai dari fasilitas belajar dirumah yang tidak memadai, masalah kuota internet, sampai waktu orang tua yang tidak bisa maksimal untuk mendampingi anak selama belajar. Bagi orag tua yang memiliki anak dengan usia yang masih membutuhkan pendampingan saat belajar, tentu merasa  kewalahan mengatur waktu. Sehingga antara pekerjaan rumah, pekerjaan diluar dan waktu untuk mendampingi anak belajar kerap bertabrakkan. Akibatnya proses belajar anak dirumah tidak terlaksana dengan maksimal.

    Tidak sampai disitu saja. Belajar dirumah justru dilaksanakan dengan tidak serius oleh anak. Anak kerap memainkan gadget untuk bermain game daripada untuk belajar daring  pada saat lepas kontrol sebentar saja oleh orang tua. Ditambah lagi orang tua kerap kewalahan mengajarkan materi yang diberikan sekolah untuk anak pelajari dirumah. Hal ini jelas, karena tidak semua kita sebagai orang tua bisa menyampaikan maksud materi seperti guru menyampaikan didalam kelas. Hal hal ini lah yang membuat kita kadang berpikir lebih baik belajar di sekolah saja, toh dirumah anak juga tidak belajar dengan maksimal.

    Balik lagi dengan kondisi yang kita hadapi sekarang, bukanlah hal yang sepele dan dapat diabaikan begitu saja. Banyak pihak pihak yang diminta untuk mengalah dan salah satunya adalah kita sebagai orang tua dirumah. Tentu saja kita tidak akan mempertaruhkan kesehatan si buah hati hanya untuk ke-ego-an yang muncul ketika kita mengalami kesulitan pada saat mendampingi anak belajar di rumah.

    Berikut beberapa kiat yang dapat kita lakukan sebagai orang tua selama proses Belajar Dari Rumah (BDR) diantaranya 

1. Menajemen waktu

    Kelolalah waktu sebaik mungkin kepada anak dan kepada diri sendiri. Buatlah jurnal yang dapat dilakukan anak setiap harinya hingga anak terbiasa disiplin. Lakukan hal sama terhadap kita sebagai orang tua. Sehingga waktu antara pekerjaan rumah, pekerjaan diluar, waktu mendampingi anak belajar serta waktu beristirahat dapat terjadwal dengan baik.

2. Dampingi anak dalam menggunakan Gadget    

     Jika pengelolaan waktu sudah dapat kita kuasai, tentunya mengawasi anak dalam belajar menggunakan gadget dapat kita lakukan tanpa harus meninggalkan untuk pekerjaan rumah lainnya. Kita sebagai orang tua dapat mengontrol anak hingga selesai dalam mengerjakan tugas dari materi yang diberikan oleh sekolah. Dan anak benar benar menggunakan gadget hanya untuk menyelesaikan tugas daring, tanpa mengulur ngulur waktu dengan bermain game yang ada pada gadget.

3. Manfaatkan konten konten pembelajaran yang ada

    Orangtua sering kewalahan saat membantu anak memahami materi pembelajaran. Hal ini berakibat tidak maksimalnya penyerapan materi yang diajarkan. Sehingga anak kadang kebingungan dengan tugas yang diberikan pihak sekolah. Untuk itu kita sebagai orang tua dituntut bijak. Banyak pilihan konten konten pembelajaran yang dapat kita gunakan untuk membantu anak belajar dari rumah. Kia tinggal menentukan aplikasi pembelajaran apa yang akan kita pilih. Tentunya yang kita perhatikan dalam memilih aplikasi pembelajaran adalah yang memiliki ribuan konten menarik, fitur fitur pembelajaran yang aplikatif dan dapat diakses dengan gratis. Untuk kriteria diatas, Aplikasi Rumah Belajar Kemdikbud adalah solusinya. Silakan buktikan dengan mendowload langsung aplikasi Rumah Belajar melalui playstore di gadget. Atau dengan mengklik langsung tautan disini

    Itulah beberapa tips yang dapat kita lakukan selama mendampingi anak belajar dirumah. Tetaplah jaga kesehatan. Ikuti protokol kesehatan dimanapun berada dan menggunakan masker jika bepergian. Ingat apapun yang terjadi sekarang, tetaplah keluarga yang menjadi prioritas. Berikan yang terbaik semampu kita dan hindari hal hal kecil yang bisa berakibat besar bagi mereka.

Salam Hangat

Minggu, 03 Maret 2019

Because We are Human


Udah lama banget ga update something di blog yang apa kabarnya, ga pernah baik baik saja. Kaya hati nih, yang ditanyain apa kabarnya trus langsung jawab “Aku butuh sandaran” hikkss… rapuh banget sih lu 😥
Di mulai dari…
Apa yaa…
Emmhhhh…🤔
Bahas politik kali ya, secara yang lagi hangat hangat nya. Ibarat cake yang baru keluar dari kamar pemanggangan, Wangi nya udah kecium semerbak menggelitk setiap lambung siapa saja yang mencium aroma yang sangat menggugah. Dari banyak hidung yang mencium aroma lezatnya akan disertai banyak celotehan yang keluar dari setiap orang itu pula. Apakah soal rasa yang bisa saja dibilang lezat dan pasti pula akan muncul kata sebaliknya. Ataupun soal tampilan yang bisa saja dibilang akan indah jika dipoles dengan cream dan pondan berbagai warna ataukah mungkin bisa saja kata sebaliknya juga.
Realitanya…
Itu cake real belum kesentuh, lidah belum pernah merasakan, atau pun mata belum melihat hasil akhir setelah di dekor indah. Dan faktanya otak sudah langsung memberi hasil akhir yang bisa saja bertolak dari ekpektasi. Dan itu lumrah, because what ?
‘karena Kita adalah Manusia’

Aahh, jadi pengen ikut ikutan nyinyirin orang deh. Biar kaya orang kebanyakan, ikut ikutan nyinyirin orang yang kenal kita aja kaga.. boro boro.. buat jumpa atau tegur sapa. Pas ditanyain kenal aku ga… pasti akan dijawab
Emmmhhhh….. (Berpikir keras….. laamaaaaa) 🤔🤔🤔🤔
Siapa yaaa?? (Setelah 5 tahun kemudian) 🙄🙄
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
😏😏😏
“Itu si artis nganu yang nikahan sama mantan pacar sahabat nya sendiri, tega banget ya,, ga nyangka, cantik cantik kok hati kaya apel busuk begitu…ckckck, kaaan bla…bla…bla…bla..”
“OMG, fix gua benci tuh orang, seumur hidup gua ga bakalan mau lihat mukanya lagi, titik aiih jijiiikkk”
Ya elaahhh.. dia juga ga butuh kamu buat liatin mukanya kali mba..😅😅
Ikut ikutan nyinyir unfaedah, untung engga, dosa iya
Dan anehnya, kita pelaku aktif untuk melakukan itu semua.. because whats?
‘karena Kita adalah Manusia’
Ada lagi nih, yang kebanyakan terjadi di dunia per~karieran setiap orang.
Me and Best Friend 😎
Sohib gaiisss.. satu genk kalo di kantor atau team work, but suka ngeselin. Karena sebenarnnya dia lebih akrab sama yang lain ketimbang sama kita. Kalau dilihat lihat dan di matching matchingin, cocok sih. Soalnya punya karakter yang saling melengkapi. Yang satu si muka dua.. eh  sohibnya satu lagi yang suka cari muka. Jadi kebayang kan kalau mereka menghabiskan quality time best friend berduaan. Yaapp.. saling berbagi face donnggg, kan saling melengkapi. 
Pernah jumpa?? Ya, always lah. Dimana pun dan dalam si~kon apapun.
Apakah merasa heran?
Ya engga doong… because what ??
‘karena Kita adalah Manusia”

Woowww.. amazing banget ya,,🙄
Mau narik kesimpulann takut salah, terus nanti jadi ghibah dan ujung ujungnya malah nambah dosa. Lalu mau apa?
Udah deh, mending diam
Because whats ?
‘Because we are Human’
😎

 Salam dari kita yang sama 😅

Jumat, 22 Juni 2018

Punya anak bungsu yang sekarang udah 2 tahunan punya sejuta cerita yang lucunya kebangetan.
Karena udah 2 tahun, saya selaku emak yang saliha, ramah dan rajin menabung ini memutuskan untuk mengajarkan anak beberapa doa doa pendek sehari hari. Nah, konflik bermula disini nih. Justru si pap say ga suka anak nya disuapin banyak hafalan hafalan yang katanya ,"kok kayak kakak kakak SD gituh sih neng. Ajarin jangan kebanyakan, one by one. Ngonoo.."
Wokeeh, sepakat. Kita mulai dari doa sebelum makan ya pap say. Karena sering kita lafalkan sedari dia baby, otomatis doa nya udah familliar. Eh, ternyata beneerr. Ga perlu makan waktu lama, si adek udah hafal aja doanya.
Horaayyy..akhirnya, walau cuma satu satu nya doa yang bisa dibaca si adek tetep wasyukurillah.
Tapi si adek kok ga kompak sih sama kesepakatan. Kan emak udah kasih wangsit, doa yang diajarkan hanya untuk saat mau makan saja. Untuk doa doa yang lain, wess cukup baca Basmallah sebelum mak ajarkan doa berikutnya. Tapi lha ini kok malah bikin mak meeem mewek sih dek. Si sulung sampe kebingungan waktu disuruh baca doa sebelum memulai belajar di rumah. Si adek dengan PeDenya plus suara lantang baca doa mau makan. Whaaattss?? Kita sekarang lagi berhadapan sama buku dan pulpen lo dek. Bukan roti dan stik keju [ emak gigit jari deh ]

Lanjut lagi nih, saat mau tidur. Kali ini si Sulung makin gregetan nih waktu baca doa mau tidur tapi disambung doa mau makan sama si Adek. "Adek mau mimpi makan Cup Cake kali ya, kok mau tidur baca doa mau makan?"  Tuh kan, si sulung yang cuma beda beberapa tahun jadi salah persepsi. Emak cepat meluruskan ah, nanti jadi salah kaprah. Soalnya berhubungan dengan kepercayaan, jadi jangan sampai ga ter arah.

..................................
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Mushalla di lingkungan rumah mengadakan doa bersama plus silaturrahmi maaf maafan sama tetangga. Adek ga diajak kali ini, maaf dek. Menurut mak, lebih baik adek di rumah dulu ya. Mak takut nanti adek rebut rebutan mic sama pak ustad, apalagi pas baca doa. Ga lucu kan lagi khusuk nya pak uatad lafalkan doa untuk kita semua, terus adek nyambung doa si bapak dengan doa mau makan. Mau ditaruh dimana muka emak yang syantiik ini dek..
Geleng geleng, tepuk jidat.
Pict just pemanis doang say., 


Golput itu Rugi




Pemilu udah dekat say.. pliss buka pemikiran lama yang selalu bangga jika Golput ya. Ingat kita hidup di Negara yang terikat, kita hidup didalam sebuah garis yang diatas namakan pada sebuah kebijakan. Jangan sampai  kita salah pilih yang nanti akan merugikan kita semua. Ingat yaa, kita semuaaaa
Karena disini yang akan merasakan indah atau pahitnya sebuah hasil kebijakan bukanlah mereka yang memilih saja, tapi kita semua atas nama warga yang bersatu. Bahkan kita yang tidak melakukan pemilihan suara sama sekali alias Golput juga tetap akan merasakan hasil kerja para pejabat yang telah terpilih,.

Nyata loo saaay.. misalnya nih, 

**kenaikan bahan bakar hanya untuk orang orang yang sudah melakukan pemilihan saja. Bagi anda yang golput, pembelian bahan bakar dengan harga normal..(ahaai ga mungkin kaan..)

atau

**Tarif listrik naik sekian persen untuk yang sudah melakukan pemilihan suara saja. Untuk anda yang tidak melakukan pemilihan sama sekali, ga naiiikkk. Karena ga ikut miliih (inii juga ga mungkin)

Atau

**Kebijakan dalam memberikan pelayanan pendidikan dan juga kesehatan di gratiskan untuk yang sudah melakukan pemilihan suara saja. Untuk mereka yang golput, moohh.. tetap bayar lhooo, wong sok sok an ga mau milih pemimpin daerah, Yo weees hidup sendiri sono. Toh nasib mu, kamu yang nentukan sendiri. Ga ada campur tangan pemerintah toh (nah, yang ini nihh)

Beneran say. Nasib memang kita yang menentukan, tapi ingat kita berada di sebuah Negara yang terikat. Yang berada dalam sebuah garis yang mengatas namakan kebijakan. Jadi kitalah yang akan menentukan nasib kita ini. Dengan hak kita untuk menentukan pilihan yang terbaik seseorang yang akan memimpin dan membawa kita pada sebuah kesejahteraan bersama. 

Jadi yang ga milih itu, rugii.. 
Jangan ikut ikutan carut marut mengatakan segala sumpah sarapah kepada pemimpin sekarang karena merasa dirugikan. Naah looo, situ kan ga ikut serta menentukan pilihan?? kok malah ikut ikutan mencaci maki. 
Yaaa jelas toh, karena yang merasakan itu semua adalah kita. Maka Jangan hilangkan suara anda untuk memilih yang terbaik.

Rabu, 06 Juni 2018

Harga Pasar




Dipasar tempat aku tinggal harga ikan memang sedikit mahal. Soalnya daerah kami sangat jauh dari Laut. Coba kalau dekat, yahh mungkin sepuluh ribuan bisa dapat satu ember seperti diKampung tanah kelahiran Bapak.
Kalau ada yang jual murah dari pasaran, waahh wahh.. perang pasar bisa terjadi nih. Seperti ini, saat si Babang Ikan lagi nego harga sama si calon pembeli. Si ibu buntel ikut nimbrung aja nih tanpa permisi
“Disana aja murah kok bang, Cuma sepuluh ribu aja sekilonya, saya aja ambil 2 kilo ini. Serakah amat sih bang ambil untungnya segede itu”

“Eh, bukk..ikan saya ini masih ganteng ganteng, kalau harganya segini juga udah wajar lah, ibu tanya aja sama penjual lain. Harganya juga sama”

“lhaa iki bang, ikan yang aku beli kurang ganteng apalagi coba, dipake in Texudo sama topi udah mirip sama si Om om yang suka kasih duit kaget noh, yang di tipi tipi ituu”

Sibabang aja ga terima ikannya di hargai sekian, apalagi si Ikannya sendiri.
“Gilaaak gaaiis, masa kita Cuma di hargai sekian. Si ibu ga tau apa, perjuangan kita menghindari jaring jaring yang bertebaran di laut?”
“Iyaahhh ni gaees, kita nyampe sinikan karena udah masuk subuh aja, kita kita nya ngalahh, Biar si pak nelayan bisa jamaahan di Masjid”
“iyaa nihh, iya niih..”
Si ikan ikan pada protes
Tapi si ibu buntel tetap ngotot aja nih
“Sumpah loh bang, nih ikan yang saya bawa sebanyak ini cuma 10 ribuan sekilonya, kok ga percaya amat sih”

Sibabang ikan jadi ga terima, mukanya terlihat merah. Kelihatannya dia mulai marah meenn..
Si ikan aja sepertinya ngerasain nih, yang dialami pak bos nya

“eh, gaees si pak bos kita kelihatan naik pitam tuh”
“Oh noo, gaees, untung Cuma naik pitam, coba kalau naik kelas kita kan ikutan repot gaeess”
“Iya nih gaees, coba kalau lapak ikan kita di sketsa ulang menjadi ruangan kelas yang sedang mengadakan UAS. Kita kan jadi ikut ikutan  pake seragam sekolah. Mana kita ga punya kaki lagi buat dipakein sepatu”
Makin riuh aja si ikan ikan bersuara

“Eh..bang..bang, itu ambilin air ikan buat apa, mau nyiram saya?  Ga usah repot repot bang, sebelum kesini saya udah mandi. Lagian saya ga bawa handuk dan baju ganti kalau harus di mandiin dua kali, saya cap cuus dulu deh ya”
Si ibu buntel langsung kabur, sepertinya dia tahu kalau si babang ikan lagi emosi tingkat tinggi.

Di lain sisi, tampak seorang kakek tua yang lapak ikannya sedang di serbu pembeli. Tapi dari aura mukanya, bukannya senang malah beliau terlihat sedih
“Sabar di rumah mbook., sebentar lagi aku akan pulang bawakan uang untuk membeli obat Asma mu, yang penting kamu sembuh mbok, maaf kan suamimu yang tidak bisa membelikan mu obat saat penyakitmu  kambuh”
“Duh, Gusti.. saya rugi.. Ku ikhlaskan rezki ku pada mu ya Allah, semoga besok saya masih memiliki modal untuk jualan ikan lagi”

pict by google


Pemanfaatan Rumah Belajar dalam Flipped Classroom, Solusi di Masa Pandemi yang Cocok untuk Gen Z

            Semenjak serangan virus Covid 19 yang hampir mewabah ke seluruh dunia. Maka WHO menetapkan nya sebagai wabah Pandemi pada tangga...